Downhill Ski and Cross Country Ski

Ski is not familiar in tropical country, because there is no snow. I usually see snow or someone skiing through TV or movie. Then, I have a dream to touch snow someday. My dream was becoming true on December 28, 2012, when I was landing in Spokane airport. I was so excited to see the snow. I didn’t really care about the cold temperature. Luckily, my landlord picked up me in the airport and prepared a thick jacket.

On February 2013, I had an opportunity to do ski for the first time. I and other international students went to Lookout Pass Mountain in the morning by bus. The cost of this trip was $95 including transportation,   gear renting, ski training, drink, and snacks. We were suggested to bring our lunch and extra clothes.

When we arrived in ski place, the gear was ready to use. Our guide gave an explanation how to use the gear, including shoes and ski stick. Ski shoes is really tight and rigid, I felt like a robot. After, we wore our ski gear we had training how to ski. At first, we didn’t really use our ski stick we focused to climb the hill, slide downhill, and stop by making pizza form. It was hard in the beginning, I was falling down for many time. Moreover, it was fun. We didn’t need to climb the hill again, because we used cart lift to go up. Then we were skiing downhill and using our ski stick to make it faster. Yeaaahhhhh… it was really awesome.

20150207_150239

On February 2015, I had an opportunity to participate in women’s cross country ski that was held by outdoor recreation center (ORC) Washington state university (WSU) in the special month for women. The cost of this trip was $45, including transportation and ski gear. We suggested bringing our lunch, snacks, drink, and extra clothes. We used ski gear from ORC and prepared them before we leave. The shoes was different with downhill ski, it looked like a sport shoes instead of a robot shoes. Then, all of the gears were loaded into ORC’s car. There were 2 instructors and 5 other participants. We drove a minivan to go to Schweitzer Mountain.

At first, we learned how to ski and stop. There was a special trail for cross country ski, but there was no cart lift like downhill ski. You need to pay extra money to used cart lift for downhill ski. So, this cross country ski looked like hiking in the snow using ski gear. The benefit of cross country ski was seeing beautiful view, chatting with other participants, and enjoying the trip. However, it was more tired than downhill ski. If I need to choose between downhill ski and cross country ski, I prefer cross country ski. It was amazing, I felt really bless to have this opportunity. Someday, I will miss snow and ski.20150207_122113

Advertisements

PUASA SUNNAH SERU BERSAMA GRUP HALAQAH CERIA

Jihad-Perempuan-di-Bulan-Puasa

Salah satu hal menarik dalam mutabaah yaumiyah adalah puasa sunnah. Dalam grup halaqa ceria kami mempunya petugas khusus yang menentukan hari dan tanggal dimana kita bisa melaksanakan puasa sunnah bersama. Anggota halaqa ini tinggal di berbagai states yang berbeda di Amerika, sehingga waktu sahur dan berbukanya pun berbeda. Hal yang menarik lainnya, petugas puasa sunnah juga bertugas untuk memberikan saran tentang menu sahur dan berbuka puasa. Rasanya pelaksanaan puasa sunnah lebih seru dan bersemangat, karena kita merasa tidak sendirian dalam melaksanakannya.

Mengapa Nabi Muhammad SAW menganjurkan puasa sunnah pada tiap hari Senin dan Kamis?

Sebagaimana sabda Rasulullah dari Abu Hurairah,

“Bahwasanya Rasulullah SAW adalah orang yang paling banyak berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Ketika ditanya tentang alasannya, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya segala amal perbuatan dipersembahkan pada hari Senin dan Kamis, maka Allah akan mengampuni dosa setiap orang muslim atau setiap orang mukmin, kecuali dua orang yang bermusuhan. Maka Allah berfirman,”Tangguhkan keduanya.” (HR. Ahmad).

Senin dan kamis merupakan dua nama hari dalam kalender Hijriyah dan Masehi. Namun hari itu memiliki keistimewaan tersendiri, karena pada hari itu Rasulullah Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan puasa sunnah pada hari-hari itu.
Puasa Senin dan Kamis adalah puasa yang paling sering dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadits yang disampaikan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Segala amal perbuatan manusia pada hari Senin dan Kamis akan diperiksa oleh malaikat, karena itu aku senang ketika amal perbuatanku diperiksa aku dalam kondisi berpuasa.” (HR. Tirmidzi).

Sebagai amalan sunnah, tentu saja puasa senin kamis ini memiliki posisi yang penting di mata Allah SWT. Allah akan memberikan pahala puasa secara langsung kepada yang mengerjakannya. Amal kebaikan yang dilakukan oleh orang yang berpuasa akan dilipatgandakan menjadi 10 kali lipat. Hal ini sudah dijanjikan oleh Allah SWT dalam sebuah hadits Qudsi-Nya:
“Puasa itu milik-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Dan kebaikan itu akan dilipatgandakan sebanyak 10 kali lipat.”
(HR. Bukhari dan Abu Daud).

Kata puasa dalam hadits di atas mengandung makna secara umum, maksudnya adalah puasa sunnah maupun wajib, ya termasuk puasa senin kamis ini.
Inilah puasa yang disyariatkan oleh Rasululah SAW untuk menjaga keimanan dan ketakwaan seseorang. Diantara keistimewaan puasa senin kamis akan kita dapatkan di kehidupan akhirat pula.

Beberapa manfaat puasa Senin-Kamis bagi kesehatan jasmani antara lain adalah:

  1. Memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan. 
    Karena pada hari saat kita tidak berpuasa alat penceranaan di dalam tubuh bekerja sangat keras, dan pada saat puasalah alat pencernaan tersebut beristirahat
  2. Membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi).
    Dengan puasa Senin-Kamis, berarti membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga menghasilkan enzim antioksi dan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dan karsinogen dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.
  3. Mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan gizi, yang belum tentu baik untuk kesehatan seseorang.
    Kelebihan gizi atau overnutrisi mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis (diabetes mellitus), dan lain-lain.

Fakta puasa dari berbagai sumber yang diperoleh:

Mantan presidenBJ Habibie dikenal sebagai orang yang selalu merutinkan puasa sunnah senin kamis . Baginya puasa senin kamis merupakan salah satu kunci sukses dalam kehidupannya.

Prof. Dr. Ir Amin Aziz, pendiri Bank Muamalat, ICMI, Baitul Mal watta’wil (BMT) dan Partai Amanat Nasional (PAN), juga orang yang selalu membiasakan diri berpuasa senin kamis dan sholat tahajjud. ” Saya rutin puasa senin kamis dan sholat tahajjud sudah puluhan tahun. Alhamdulillah kedua ibadah sunah di atas berdampak positif dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi saya”

Pimpinan Majlis Az Zikra, ust Muhammad Arifin Ilham, sejak muda selalu rajin puasa sunah senin kamis. Ia selalu mengamalkan tujuh sunnah harian rasulullah SAW, dan salah satunya yaitu puasa sunnnah senin kamis.

Hal ini juga diakui oleh beberapa orang ahli dari Barat yang non-muslim, seperti Allan Cott M.D (Amerika), Dr. Yuri Nikolayev (Rusia) dan Alvenia M. Fulton (Amerika).

Allan Cott M.D bahkan telah membukukan beberapa hikmah dari puasa ke dalam sebuah buku yang berjudul Why Fast?

Berikut adalah beberapa hikmah dari puasa yang diambil dari buku Why Fast? :

  1. To feel better physically and mentally(merasa lebih baik secara fisik dan mental)
  2. To look and fell younger(supaya terlihat dan merasa lebih muda)
  3. To clean out the body(membersihkan badan)
  4. To lower blood pressure and cholesterol levels(menurunkan tekanan darah dan kadar lemak)
  5. To get more out of sex(lebih mampu mengendalikan sex)
  6. To let the body health itself(membuat tubuh sehat dengan sendirinya)
  7. To relieve tension(mengendorkan/melepaskan ketegangan jiwa)
  8. To sharp the senses(menajamkan fungsi indrawi)
  9. To gain control of oneself(memperoleh kemampuan mengendalikan diri sendiri)
  10. To slow the aging process(memperlambat proses penuaan)

Alvenia M. Fulton, Direktur Lembaga Makanan Sehat “Fultonia” di Amerika Serikat menyatakan bahwa puasa adalah cara terbaik untuk memperindah dan mempercantik perempuan secara alami. Puasa menghasilkan kelembutan pesona dan daya pikat. Puasa menormalkan fungsi-fungsi kewanitaan dan membentuk kembali keindahan tubuh (fasting is the ladies best beautifier, it brings grace charm and poice, it normalizes female functions and reshapes the body contour).

Keistimewaan berpuasa:
1. Dijamin masuk Surga.
Allah SWT menyediakan surga untuk hamba-Nya yang beriman, bertakwa dan beramal saleh. Di sanalah mereka akan abadi dengan kenikmatan yang Allah SWT sediakan.
Karena itu, tidak ada tempat yang paling baik dan paling indah sebagai tempat kembali di akhirat kecuali surga.
Surga yang penuh kenikmatan diciptakan oleh Allah SWT sebagai ganjaran atas jerih payah hambaNya yang bertakwa.

2. Terhindar dari Siksa Api Neraka.
Begitu istimewanya ibadah puasa di hadapan Allah SWT sehingga orang tersebut akan diberikan ganjaran surga di akhirat.
Namun, Allah SWT belum cukup dengan memberikan surga kepada orang-orang yang berpuasa. Allah SWT juga akan menjauhkan api neraka dari orang yang berpuasa sejauh-jauhnya.

3. Menjadi Penolong pada Hari Kiamat.
4. Menanamkan Kedekatan Diri pada Allah SWT.

Mari kita bersemangat untuk melaksanakan amalan wajib maupun sunnah.

Semoga Allah SWT selalu menerima amalan yang telah kita laksanakan. Amiin ya Rabb al-’Alamin..

Sumber pustaka:
http://lampuislam.blogspot.com/2014/03/keajaiban-puasa-senin-kamis.html

ISTIQOMAH DALAM MUTABAAH YAUMIYAH

Grup halaqa ceria memang luar biasa, anggota halaqa ini bersemangat dalam mengkaji islam dan beruntung kita memiliki murobbi yang hebat meraih hati para anggotanya. Tak heran dalam materi bahasan istiqomah dan mutabaah yaumiyah, semua anggota bersemangat untuk melaksanakannya. Salah satu kiat untuk bisa beristiqomah adalah amal jama’i atau amal yang dilaksanakan bersama-sama supaya kita bisa saling memotivasi.

Amalan yaumiyah yang kita evaluasi lebih kepada amalan sunnah, karena kita percaya bahwa amalan wajib sudah rutin dilaksanakan. Amalan sunnah tersebut diantaranya membaca atau tilawah Al-Qur’an, hafalan Al-Qur’an, membaca Al-matsurat, solat sunat rowatib muakad, solat tahajud, solat dluha, infaq, dan puasa sunnah. Daftar amalan sunnah tersebut ditulis dalam spread sheet excel google yang bisa dibagi dengan anggota grup halaqa ceria. Setiap hari kami menulis amalan yang sudah kita laksanakan. Semoga pelaporan ini tidak bersifat riya, tapi dengan tujuan untuk evaluasi dan motivasi diri. Amalan yang dilaksanakan semata-mata hanya karena Allah SWT dan petunjuk nabi Muhammad SAW.

TELEHALAQAH, ALTERNATIF MUDAH MEMPELAJARI ILMU ALLAH

Halaqah

Dalam istilah bahasa arab, halaqa memiliki makna kata sebagai “lingkaran”. Dalam konteks ini, halaqa adalah berkumpulnya umat muslim dalam mempelajari ilmu islam dan mengharap ridho Allah SWT. Halaqa ini juga dilaksanakan untuk membangun persahabatan karena Allah SWT.

Ada 7 keutamaan melaksanakan halaqa, yaitu:

  1. Mencari ilmu adalah wajib bagi setiap muslim
  2. Saling berbagi ilmu
  3. Amal makruf nahi munkar
  4. Persahabatan
  5. Akhlaq dan disiplin
  6. Penguat iman
  7. Hal yang dicintai oleh Allah SWT

Ketika aku di Indonesia, halaqa dilaksanakan setiap minggu di mushola atau masjid yang didampingi oleh seorang murobbi dan memang dilaksanakan secara melingkar, supaya kita bisa saling bertatap muka satu sama lain. Di Amerika, hal ini sulit dilaksanakan, karena umumnya umat muslim Indonesia di Amerika tersebar di berbagai states dan kota yang jaraknya jauh. Maka dari itu pelaksanaan halaqah difasilitasasi dengan penggunaan media internet, seperti skype dan google hang out, yang dikenal dengan istilah telehalaqah.

Pelaksanaan telehalaqah ini terbilang efisien dan efektif. Dengan berbagai kesibukan kerja, kuliah, dan kegiatan lainnya, kita bisa meluangkan waktu 1-2 jam per minggu untuk melaksanakan halaqah. Kita tidak perlu khawatir dengan tempat pertemuan, cuaca, dan lain-lain. Kita bisa melaksanakannya di kantor, lab, kamar, ruang keluarga, atau dapur sesuai dengan keadaaan kita masing-masing. Bagi ibu-ibu yang sudah memiliki anak, mereka bisa tetap mendampingi anaknya sambil telehalaqah.

Walaupun kita tidak pernah bertemu atau bertatap muka sebelumnya, tapi kita merasa kedekatan yang luar biasa. Hal tersebut akan lebih luar biasa apabila kita bisa bertemu langsung atau kopi darat dengan bersilaturahmi mengunjungi teman halaqah di kota lain atau bertemu di acara Muktamar. Allah SWT menjanjikan penghuni surga salah satunya adalah saudara maupun saudari yang berkumpul mempelajari ilmu Allah SWT. Semoga kita menjadi bagian dari umat tersebut. Amin ya robbal alamin.

Princess in Islam

Do you know about the story about Cinderella, Beauty and the Beast,or Frozen?

Yes, of course… they are familiar. Most of girls probably have a wish to be like a princess. They want a long hair, beautiful face, tall, and have a glamour dress. Nowadays, most of girls like Elsa’s character in Frozen movie. They will wear a costume similar as “Elsa”. At least they will have an imagination to be a Disney’s princess.

Do you know about the story about Khadijah RA, Aisyah RA, and other great women of Islam?

Probably, yes or no. Astagfirulllah… I don’t really know about them. I will be so lucky to know them more, so we can have a dream to be like them.

I think one of the lack of parents is “No” introducing this great women of Islam to their kids. We need to tell about the story about this great women of Islam. We need to introduce them about life style in Islam, the important to wear hijab, and another thing that can elevate our faith to Islam. I think the best time is before the bed time. I ever read the article that the time before the kids fall a sleep is the best time for them to memorize. I don’t have kids right now, but  hope I can apply it in the future. Amiin.

Here, I provide a pdf that talk about “Great Women of Islam“. Hopefully, you can share with your kids, families, friends, or colleagues. Another thing, we need more animation about this great women in Islam. I hope there will be more movies or books about story in Islam.

Istiqomah

Assalamualaikum wr. Wb.

Sister yang dirahmati Allah, pada kesempatan ini mari kita belajar tentang istiqomah. Seringkali kita mendengar istilah ini. Sebenarnya apa arti dari istiqomah? Bagaimana Kiat-kiat Mewujudkan Sikap Istiqomah?

Istiqomah adalah sebuah komitmen dalam menjalankan satu program untuk menuju satu tujuan.

Istiqomah itu mengandung: 1) konsisten, sehingga secara terus menerus apa yang dianggap baik itu dijalankan, 2) tahan uji kepada godaan-godaan yang mungkin menjadi penghambat, menjadi halangan kita sampai pada tujuan yang cita-citakan.

Dalam kaitan dengan fokus, hidup ini dianjurkan oleh agama kita untuk memiliki tujuan. Allah berfirman bahwa tidak diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah pada-Nya. Itu tujuan hidup kita. Kemudian juga Allah mengingatkan bahwa kita diturunkan ke bumi sebagai umat yang terbaik.. Tapi apa syaratnya untuk menjadi ummat yang terbaik?

Syaratnya adalah fokus kepada sesuatu yang menjadi cita-cita hidup kita karena hal itu yang akan menggerakkan seluruh hidup kita ke arah cita-cita tersebut. Kalau gak tahu apa yang dituju, pasti akan goyah. Dapat ujian sedikit sudah limbung.

Istiqomah itu menyertai keimanan. Iman naik dan turun, ujian datang dan pergi. Lalu bisa juga disebut bahwa istiqomah itu salah satu ciri keimanan kita teruji atau tidak. Ketika kita tidak istiqomah, bisa dikatakan memang bahwa keimanan kita tidak teruji dengan baik. Memang istiqomah menjadi suatu kondisi, suatu benteng untuk menunjukkan ketundukan kita kepada Allah. Indikator keberagamaan kita atau ketakwaan itu memang ada pada sikap istiqomah. Menjalankan sesuatu, sendirian atau ramai-ramai, diberi reward tidak diberi reward, sikapnya sama saja. Itulah sikap orang yang istiqomah, yang dibalut dengan perilaku ikhlas sebagai hamba.

Dalam suatu hadits diceritakan, sahabat Abdullah al-Tsaqafi meminta nasihat kepada Nabi Muhammad saw agar dengan nasihat itu, ia tidak perlu bertanya-tanya lagi soal agama kepada orang lain. Lalu, Rasulullah saw bersabda, ”Qul Amantu Billah Tsumma Istaqim” (Katakanlah, aku beriman kepada Allah, dan lalu bersikaplah istiqamah!). (H.R. Muslim)

Hadtis tersebut mengajarkan kita untuk senantiasa beriman kepada Allah swt serta menjalani semua perintah-Nya. Orang yang tidak memiliki sifat istiqomah sangatlah merugi karena akan sia-sia semua usaha dan perjuangannya.

Kiat-kiat Mewujudkan Sikap Istiqomah

  1. Mengikhlaskan niat semata-mata hanya mengharap Allah dan karena Allah swt. Ketika beramal, tiada yang hadir dalam jiwa dan pikiran kita selain hanya Allah dan Allah. Karena keikhlasan merupakan pijakan dasar dalam bertawakal kepada Allah. Tidak mungkin seseorang akan bertawakal, tanpa diiringi rasa ikhlas.
  2. Bertahap dalam beramal. Dalam artian, ketika menjalankan suatu ibadah, kita hendaknya memulai dari sesuatu yang kecil namun rutin. Bahkan sifat kerutinan ini jika dipandang perlu, harus bersifat sedikit dipaksakan. Sehingga akan terwujud sebuah amalan yang rutin meskipun sedikit. Kerutinan inilah yang insya Allah menjadi cikal bakalnya keistiqamahan. Seperti dalam bertilawah Al-Qur’an, dalam qiyamul lail dan lain sebagainya; hendaknya dimulai dari sedikit demi sedikit, kemudian ditingkatkan menjadi lebih baik lagi.
  3. Diperlukan adanya kesabaran. Karena untuk melakukan suatu amalan yang bersifat kontinyu dan rutin, memang merupakan amalan yang berat. Karena kadangkala sebagai seorang insan, kita terkadang dihinggapi rasa giat dan kadang rasa malas. Oleh karenanya diperlukan kesabaran dalam menghilangkan rasa malas ini, guna menjalankan ibadah atau amalan yang akan diistiqamahi.
  4. Istiqamah tidak dapat direalisasikan melainkan dengan berpegang teguh terhadap ajaran Allah swt. Allah berfirman (QS. Al Imron (3) : 101) :”Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”
  5. Istiqamah juga sangat terkait erat dengan tauhidullah. Oleh karenanya dalam beristiqamah seseorang benar-benar harus mentauhidkan Allah dari segala sesuatu apapun yang di muka bumi ini. Karena mustahil istiqamah direalisasikan, bila dibarengi dengan fenomena kemusyrikan, meskipun hanya fenomena yang sangat kecil dari kemusyrikan tersebut, seperti riya. Menghilangkan sifat riya’ dalam diri kita merupakan bentuk istiqamah dalam keikhlasan.
  6. Istiqamah juga akan dapat terealisasikan, jika kita memahami hikmah atau hakekat dari ibadah ataupun amalan yang kita lakukan tersebut. Sehingga ibadah tersebut terasa nikmat kita lakukan. Demikian juga sebaliknya, jika kita merasakan ‘kehampaan’ atau ‘kegersangan’ dari amalan yang kita lakukan, tentu hal ini menjadikan kita mudah jenuh dan meninggalkan ibadah tersebut.
  7. Istiqamah juga akan sangat terbantu dengan adanya amal jama’i. Karena dengan kebersamaan dalam beramal islami, akan lebih membantu dan mempermudah hal apapun yang akan kita lakukan. Jika kita salah, tentu ada yang menegur. Jika kita lalai, tentu yang lain ada yang mengingatkan. Berbeda dengan ketika kita seorang diri. Ditambah lagi, nuansa atau suasana beraktivitas secara bersama memberikan ‘sesuatu yang berbeda’ yang tidak akan kita rasakan ketika beramal seorang diri.
  8. Memperbanyak membaca dan mengupas mengenai keistiqamahan para Nabi, sahabat dan orang-orang shaleh dalam meniti jalan hidupnya, kendatipun berbagai cobaan dan ujian yang sangat berat menimpa mereka. Jusrtru mereka merasakan kenikmatan dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan cobaan tersebut.
  9. Memperbanyak berdoa kepada Allah, agar kita semua dianugerahi sifat istiqamah. Karena kendatipun usaha kita, namun jika Allah tidak mengizinkannya, tentulah hal tersebut tidak bisa. Buah Istiqamah

 

 

Istiqamah memiliki beberapa keutamaan yang tidak dimiliki oleh sifat-sifat lain dalam Islam. Diantara keutamaan istiqamah adalah :

  1. Istiqamah merupakan jalan menuju ke surga. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. 41 : 30)
  2. Berdasarkan ayat di atas, istiqamah merupakan satu bentuk sifat atau perbuatan yang dapat mendatangkan motivasi dan pertolongan Allah SWT.
  3. Istiqamah merupakan amalan yang paling dicintai oleh Allah swt. Dalam sebuah hadits digambarkan : Dari Aisyah r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, ‘Berbuat sesuatu yang tepat dan benarlah kalian (maksudnya; istiqamahlah dalam amal dan berkatalah yang benar/jujur) dan mendekatlah kalian (mendekati amalan istiqamah dalam amal dan jujur dalam berkata). Dan ketahuilah, bahwa siapapun diantara kalian tidak akan bisa masuk surga dengan amalnya. Dan amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang langgeng (terus menerus) meskipun sedikit. (HR. Bukhari)
  4. Berdasarkan hadits di atas, kita juga diperintahkan untuk senantiasa beristiqamah. Ini artinya bahwa Istiqamah merupakan pengamalan dari sunnah Rasulullah saw.
  5. Istiqamah merupakan ciri mendasar orang mukmin. Dalam sebuah riwayat digambarkan: Dari Tsauban ra, Rasulullah saw. bersabda, ‘istiqamahlah kalian, dan janganlah kalian menghitung-hitung. Dan ketahuilah bahwa sebaik-baik amal kalian adalah shalat. Dan tidak ada yang dapat menjaga wudhu’ (baca; istiqamah dalam whudu’, kecuali orang mukmin.) (HR. Ibnu Majah)

Ciri-ciri orang yang memiliki sifat istiqomah

  1. Konsisten dalam memegang teguh aqidah tauhid
  2. Konsisten dalam menjalankan ibadah baik mahdoh atau ghoiru mahdoh.
  3. Konsisten dalam menjalankan syariat agama, baik berupa perintah maupun larangan
  4. Konsisten dalam bekerja dan berkarya, dengan tulus dan ikhlas karena Allah swt.
  5. Konsisten dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan

Allah swt menjanjikan balasan yang besar kepada orang-orang yang istiqomah. “Sesunguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqomah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-Ahqaf:13-14).

Semoga kita bisa istiqamah dalam segala hal. Amin.

Wassalamualaikum wr. Wb.

Sumber: http://www.alfalahsby.com/node/301

THE LONGEST FASTING TIME

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Selama di Indonesia aku melaksanakan puasa selama kurang lebih 13-14 jam, sahur jam 4 pagi kemudian berbuka jam 6 malam. Selama aku kuliah di Washington State University (WSU), aku menjalankan puasa di Amerika selama kurang lebih 18-19 jam, sahur jam 2-3 pagi kemudian berbuka jam 9-10 malam. Bulan Ramadhan pada tahun 2014 dan 2015 bertepatan dengan musim panas di Amerika.

Bagi mahasiswa dan peneliti Entomologi, musim panas merupakan puncaknya untuk penelitian di lapang, karena serangga aktif pada saat ini. Begitu pula dengan pengalamanku, selama musim panas sekitar tiga bulan lamanya aku tinggal di Irrigated Agricultural and Extension Center (IAREC) WSU, Prosser. Pagi hari aku harus bersiap-siap pergi ke kebun alfalfa untuk koleksi serangga yang akan digunakan untuk pengujian di lab. Suhu musim panas selama di Prosser sekitar 97-110ᴼF atau 36-43ᴼC, panas luar biasa dengan terik matahari yang terasa sangat dekat. Belum lagi dengan kegiatan lapang yang intensif, haus dan dahaga seringkali menghampiri.

Lalu bagaimana selama bulan Ramadhan?

Aku harus bangun pagi sekitar jam 2 am untuk sahur, solat subuh sekitar jam 3-4 am, kemudian tidur lagi hingga jam 7 am. Selanjutnya aku berangkat ke lab sekitar jam 8 am. Selama bulan Ramadhan, alhamdulillah pembimbing memberi keringanan dengan memberikan bantuan untuk koleksi serangga di kebun alfalfa, biasanya ada dua orang mahasiswa magang yang membantu untuk koleksi serangga. Sehingga pagi hari aku bisa menyiapkan larutan insektisida dan berbagai peralatan lain yang akan digunakan untuk pengujian. Siang hingga sore hari aku melaksanakan pengujian di lab. Waktu berbuka masih panjang, biasanya aku gunakan untuk tilawah, baca buku, menulis laporan, atau hanya sekedar tidur untuk istirahat. Jam 8 pm aku mulai turun ke dapur untuk memasak hidangan berbuka, hingga akhirnya aku berbuka jam 9-10 pm. Waktu isya pada saat musim panas sekitar jam 11 pm, itu sama artinya dengan waktu aku melaksanakan solat tarawih dan witir. Jika merasa sangat letih dan mengantuk, biasanya aku melaksanakan solat sebelum sahur.

Jika dibayangkan memang terasa begitu berat untuk menjalankan puasa dengan waktu siang hari yang cukup panjang. Teman-teman di belahan dunia yang lain, tentu mengalami waktu yang berpuasa yang lebih panjang, seperti teman-teman di Swedia sekitar 21 jam, London dan Jerman sekitar 19 jam. Menurut pengalaman salah satu temanku, dia berbuka jam 1 am kemudian berbuka puasa jam 10 pm. Seringkali dia tidak tidur setelah berbuka hingga waktu sahur. Dia tidur setelah sahur, alhmdulillah pembimbingnya memberikan keringanan untuk masuk kantor jam 12 siang hingga 9 malam. Sungguh pengalaman yang luar biasa.

Akan tetapi dengan keyakinan dan niat semua terasa menjadi lebih ringan dan bermakna. Aku merasakan selama berpuasa aku jarang sekali merasa sakit perut karena lapar, dahaga yang luar biasa, atau sakit kepala. Lain halnya dengan hari biasa, jika waktu menunjukkan lebih dari jam makan siang, rasanya perut ini sudah keroncongan. Itulah makna dari sebuah keimanan, jika kita yakin dan niat, maka akan terasa ringan untuk melaksanakan Ibadah dan perintah Allah SWT. Semoga amalan dan ibadah yang kita laksanakan selama ini diterima oleh Allah SWT. Amiin.

Fasting time around the world

A story about my experience in life